30 Ton Bantuan  Korban Bencana Sulteng dari Minsel, Terancam Gagal Disalurkan

MINSEL,lensautara.com– PascaBencana Tsunami dan Gempa yang menghantam Daerah Propinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), dengan memakan Ribuan Korban meninggal dunia, serta kerugian Materi Triliun Rupiah, membuat masyarakat di luar daerah sulteng terpanggil untuk membantu masyarakat di sana.

Di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Sendiri, juga ikut membantu menyalurkan bantuan, hal ini di buktikan dua hari setelah bencana, dari Minsel bantuan pertama sudah di kirimkan dengan mengunakan Kapal Pasatimpo, kemudian bantuan yang kedua di angkut menggunakan KN.Gandiwa lengkap bersama personil Sal-PP dan Basarnas. Terakhir pengiriman bantuan di angkut mengunakan Kapal Pelni. bantuan datang dari Kalangan masyarakat, instansi, perusahan, LSM dan para komunitas, antusias menggalang dana untuk Sulteng.

Terpantau media ini Kamis (11/10/2018), penumpukan bahan bantuan terjadi di gudang penampungan pelabuhan Amurang, dan sampai hari ini belum juga disalurkan ke lokasi bencana Sulteng.

Bupati Minahasa Selatan
Christiany Eugenia Paruntu
ketika berkunjung ke Pelabuhan Amurang, dalam rangka melepas keberangkatan Personil Basarnas dan Sal PP Minsel dalam misi kemanusian saat itu mengatakan, akan mengirimkan bantuan lagi ke Sulteng dengan mengunakan Kapal Laksamana John Lee, Kapal Latih Balai Diklat Pelayaran (BDP) Minsel.

“Kami akan berkordinasi dengan pihak BDP Minsel, guna mengangkut bantuan tersebut,” jelas Bupati

Akan tetapi sampai saat ini bantuan yang kurang lebih 30 Ton tersebut, di duga terancam gagal di salurkan, hal ini lantaran pihak Badan Diklat Pelayaran (BDP) Minsel, Sampai saat ini belum mendapat ijin dari BPSDM Perhubungan Jakarta. Statmen ini keluar dari salah satu pegawai Bagian Hubungan Masyarakat (HUMAS) BDP, ketika di konfirmasi melalui kontak Whats App kepada media mengatakan, bahwa sampai saat ini kapal Latih Laksamana Jhon Lee belum ada ijin dari Pusat.

“Mas, info dari pimpinan, sepertinya kapal laksamana muda john lee gagal berangkat. Karena sampai saat ini kepala BPSDM Perhubungan di jakarta tidak memberikan signal tentang hal itu,” ujar Pegawai BDP lewat chatingan Whats App.

Sementara itu Bupati Minsel melalui Kaban PLT BPBD Minsel Meidi Maindoka mengatakan bahwa pihak pemerintah akan berusaha secepatnya mengirim bantuan Ke Sulteng.

“Kami akan mengupayakan semaksimal mungkin, agar bantuan yang sudah mencapai puluhan Ton ini secepatnya di salurkan,” jelas Kaban BPBD Maindoka.(Friska)

Jurnallembakum.id

About The Author

Reply