APA YANG DI MAKSUD PENCEMARAN NAMA BAIK

JAKARTA,- Pencemaran nama baik merupakan salah satu tindakan atau perbuatan melawan hukum
Biasanya pencemaran nama baik, sering kita disebut dengan istilah “Penghinaan”.

Sekarang bagaimana kita menentukan “sesuatu” perbuatan tersebut merupakan suatu penghinaan / pencemaran nama baik atau bukan,….?

Untuk itu perlu diketahui batasan-batasan yg di kata kan penghinaan itu sendiri.

Suatu perbuatan pencemaran nama baik atau penghinaan, objek yang ingin dilindungi oleh hukum adalah Kehormatan dan nama baik setiap orang. meskipun orang tersebut telah melakukan kejahatan yang berat sekalipun.

Sedangkan Kehormatan itu adalah perasaan terhormat seseorang dimata masyarakat, dimana setiap orang ber hak untuk diperlakukan sebagai anggota masyarakat yang terhormat.

Suatu perbuatan termasuk kategori menyerang kehormatan seseorang itu ditentukan menurut lingkungan masyarakat, adat istiadat pada tempat perbuatan tersebut dilakukan.

Kehormatan dan nama baik satu kesatuan yg tak dapat di pisahkan sehingga, menyerang salah satu diantara keduanya itu, sudah cukup dijadikan alasan untuk mengatakan seseorang itu telah melakukan pencemaran nambaik.

Kita lihat pasal 310 KUHP :

Ayat (1) Barang siapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal, yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum, diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Ayat (2) jika hal itu dilakukan dengan tulisan atau gambaran yang disiarkan, dipertunjukkan atau ditempelkan di muka umum, maka diancam karena pencemaran tertulis dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Ayat (3) Tidak merupakan pencemaran atau pencemaran tertulis, jika perbuatan jelas dilakukan demi kepentingan umum atau karena terpaksa untuk membela diri.

Kita lihat KUHP Bab XVI tentang Penghinaan yang termuat dalam Pasal 310 s.d 321. Supaya lebih jelas.
Dalam KUHP ada 6 macam yang dikategorikan sebagai penghinaan:

Penistaan (pasal 310 ayat 1 KUHP)
Penistaan dengan surat (pasal 310 ayat 2 KUHP)
Fitnah (pasal 311 KUHP)
Penghinaan ringan (pasal 315 KUHP)
Pengaduan palsu atau pengaduan fitnah (pasal 317 KUHP)
Perbuatan fitnah (pasal 318 KUHP)
Pencemaran nama baik termasuk delik aduan, jadi tidak dituntut apabila tidak ada yang mengadukan, sebagaiman diatur dalam pasal 319 KUHP: Penghinaan yang diancam dengan pidana menurut bab ini, tidak dituntut jika tidak ada pengaduan dari orang yang terkena kejahatan itu, kecuali berdasarkan pasal 316.

Jadi, Orang yg dikata gorikan melakukan dan memenuhi unsur unsur pasal 310 sampai 321.KUHP. TIDAK DAPAT DI TUNTUT JIKA HAL ITU DI LAKUKAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM ATAU UNTUK MEMBELA DIRI.

contoh seorang aktivis orasi sa,at demo menentang kebijakan pemerintah yg di nilai merugikan masyarakat umum.
Atau seseorang masyarakat nyebarkan Vidio pungli petugas dukcapil saat pembuatan KK dan KTP.
Atau seseorang korban pemerasan oleh oknum polisi bercerita di media masa tenggang apa yg Dia alami.

Contoh di atas tidak bisa di tuntut pencemaran nama baik atau penghinaan.(*)

Ketua umum Lembakum Keris Siginjai // Dr(C) Dian Burlian,SH.MA

Jurnallembakum.id

About The Author

Reply